Merawat kesehatan kucing kita terutama melibatkan kunjungan rutin ke dokter hewan, yang memantau kondisi kesehatan serta fisik peliharaan kita dengan benar. Selain itu, kita selalu berusaha memberikan makanan terbaik yang mungkin untuk kucing, karena nutrisi juga memiliki pengaruh besar. Namun, seperti yang kita ketahui, ada penyakit yang bahkan tidak bisa dicegah oleh pengasuh kucing terbaik sekalipun. Salah satu penyakit tersebut adalah distemper, yang juga dikenal dengan nama lain, seperti tifus kucing atau enteritis infektif. Sebagai informasi tambahan, penyakit ini juga mempengaruhi anjing. Ini adalah penyakit yang sangat serius, sayangnya mengakibatkan kematian. Diperkirakan bahwa sekitar 80% kucing yang terinfeksi meninggal.
Distemper adalah kondisi yang sangat menular, disebabkan oleh virus yang menyerang sumsum tulang dan usus kucing. Virus ini pertama-tama menyebabkan peradangan di usus. Kemudian, ia menyerang sumsum tulang dan dengan demikian menghentikan produksi sel darah putih, yang bertanggung jawab atas kekebalan. Kucing yang paling sering terinfeksi adalah anak kucing berusia antara 2 hingga 5 bulan. Namun, kabar baiknya adalah ada vaksin untuk penyakit ini. Oleh karena itu, vaksinasi anak kucing yang paling rentan dianjurkan antara usia 8 dan 9 minggu. Penyebaran distemper biasanya terjadi melalui kontak dengan hewan yang sebelumnya terinfeksi, namun itu bukan satu-satunya cara. Virus penyebab distemper dapat bertahan di luar tubuh hidup hingga beberapa bulan. Oleh karena itu, pengasuh kucing dapat membawanya pulang di pakaian atau sepatu mereka.
Distemper pada Kucing – Gejala
Gejala distemper terutama hilangnya nafsu makan, kucing tidak ingin mengonsumsi makanan yang diberikan. Pada saat yang sama, diare dan muntah akan muncul. Pada tahap selanjutnya, diare bisa disertai darah. Kucing menjadi lesu, berhenti bermain dan tidak memperhatikan kebersihan sehari-hari, juga terjadi peningkatan suhu tubuh serta sakit perut.
Ini adalah penyakit yang sangat cepat berkembang, pada anak kucing, dapat menyebabkan kematian hewan dalam waktu 3 hari. Oleh karena itu, jika Anda melihat salah satu gejala di atas, segera bawa kucing ke dokter hewan sesegera mungkin. Setelah mendiagnosis gejala, dokter akan segera memberikan serum dan antibiotik kepada kucing. Selain itu, hewan tersebut biasanya mengalami dehidrasi akibat muntah, diare, dan kurangnya asupan makanan, sehingga perlu diberikan infus untuk mengatasi tingkat cairan.
Kesimpulannya, distemper adalah salah satu penyakit paling serius yang dapat menyerang peliharaan Anda. Sayangnya, ini adalah penyakit yang berkembang dengan sangat cepat dan terkadang reaksi yang terlambat dapat menyebabkan kematian kucing. Oleh karena itu, jika Anda melihat gejala di atas, tidak perlu ragu, segera bawa kucing ke dokter hewan, karena setiap jam dapat menjadi sangat penting dalam kasus ini dan memiliki dampak besar. Selain itu, penting untuk diingat bahwa ada vaksin yang tersedia untuk penyakit ini, yang sebaiknya dipertimbangkan.