Toksoplasmosis pada Kucing – Gejalanya

Toksoplasmosis pada Kucing – Gejalanya

Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa dalam kelompok Toxoplasma gondii, yang dapat memiliki banyak bentuk perkembangan dan sayangnya setelah tertelan mulai berkelana di dalam tubuh, menyerang otot, organ internal, serta sistem saraf. Banyak yang mengatakan bahwa penyakit ini juga berbahaya bagi manusia, terutama wanita hamil. Kucing seringkali disalahkan karena penyebaran toksoplasmosis, meskipun tidak hanya mereka yang bisa terinfeksi, karena ini juga mencakup mamalia lainnya, tetapi hanya kucing yang dapat menularkannya.

Toksoplasmosis – Kenali Gejalanya

Toksoplasmosis pada kucing menimbulkan gejala yang seharusnya segera diperhatikan oleh setiap pemilik. Pada kucing dewasa, gejala yang paling umum adalah diare dan hilangnya nafsu makan. Jika hewan peliharaan Anda sebelumnya adalah pemakan rakus, tetapi sekarang tidak mau makan, sementara minum sangat banyak, itu berarti ada yang tidak beres. Gejala lain yang bisa muncul adalah apati, seringkali juga disertai demam, dan setelah beberapa hari dapat terjadi sesak napas serta nyeri hebat di perut pada area pankreas dan liver. Di sini penting untuk diingat bahwa hewan dewasa, dengan tubuh yang kuat dan sistem imun yang baik, dapat mengalami penyakit ini dengan lebih ringan, tetapi demi kesehatan mereka, sebaiknya hewan tersebut menjalani perawatan yang tepat. Penyakit ini sangat berbahaya bagi kucing senior dan anak kucing. Ada kalanya anak kucing terinfeksi di dalam rahim ibu mereka sehingga lahir sangat lemah. Toksoplasmosis yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian pada hewan. Hewan yang lebih tua atau yang dengan kekebalan rendah dapat mengalami bentuk kronis dari penyakit ini. Jadi, jika Anda melihat bahwa kucing Anda mulai berperilaku berbeda, lemah, tidak nafsu makan, dan juga mengalami diare, jangan tunggu dan segera bawa ia ke dokter hewan. Penyakit ini dapat didiagnosis dengan mengambil sampel tinja atau melakukan tes darah. Metode kedua lebih efektif dan memberikan kepastian, karena dalam tinja mungkin tidak ada lagi protozoa, karena oocyst hanya dikeluarkan dalam waktu singkat. Ada juga metode untuk mendeteksi antibodi.

Pentingnya Perawatan

Toksoplasmosis dapat disembuhkan. Tentu saja, perawatan dapat berlangsung selama beberapa minggu dan tentu saja tidak boleh terputus. Penting untuk diketahui bahwa pengobatan melibatkan terapi farmakologis. Kucing dapat diberikan tablet dua kali sehari dengan makanan, tetapi setiap pemilik kucing tahu bahwa jika kucing bersikeras pada sesuatu, ia tidak akan melakukannya. Jadi, jika hewan peliharaan Anda tidak mau menerima obat meskipun Anda sudah berusaha keras, Anda tidak punya pilihan lain selain melakukan kunjungan harian ke dokter, di mana mereka akan menerima suntikan. Selain itu, kucing pada saat yang sama akan menerima obat yang dapat mencegah mereka mengalami nyeri perut, diare, atau hilangnya nafsu makan. Di sini biasanya digunakan probiotik atau sinbiotik, serta infus yang membantu meningkatkan nafsu makan.